Sejarah Perkembangan Social Value Indonesia
Perjalanan Social Value Indonesia (SVID) merupakan evolusi bertahap selama lebih dari satu dekade: dari pengenalan konsep di ruang akademik, menjadi praktik profesional, membentuk komunitas praktisi, lalu terinstitusionalisasi dan terhubung dengan gerakan Social Value global.
Perjalanan Social Value Indonesia (SVID) merupakan evolusi bertahap selama lebih dari satu dekade: dari pengenalan konsep di ruang akademik, menjadi praktik profesional, membentuk komunitas praktisi, lalu terinstitusionalisasi dan terhubung dengan gerakan Social Value global.
Trajektori Perkembangan & Rekam Jejak
Perjalanan lebih dari satu dekade dalam enam fase evolusi krusial.
Benih Akademik & Perintisan SROI
Antara 2011–2015, ketertarikan terhadap Social Return on Investment (SROI) mulai tumbuh di ruang akademik, ditandai dengan diperkenalkannya SROI di program MM CSR Universitas Trisakti serta peminatan sejumlah akademisi di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Pertemuan Tiga Simpul Dampak
Di sisi praktisi, Social Investment Indonesia (SII) menyelenggarakan seminar tentang pengukuran dampak dalam rangkaian Social Investment Roundtable Discussion (SIRD) di Hotel Kempinski, Jakarta, menghadirkan Jeremy Nicholls CEO SROI Network International (kelak menjadi Social Value International) serta mengundang perwakilan Trisakti, IPB, dan Dompet Dhuafa. Mempertemukan tiga simpul yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri: akademik, praktisi, dan filantropi/lembaga amil zakat.
Pelatihan Bandung & Pembentukan Jaringan
Seminar ini ditindaklanjuti dengan SROI Practitioner Training di Bandung yang diampu langsung oleh Jeremy Nicholls. Pada Desember 2014, SROI Network Indonesia mulai diperkenalkan sebagai jaringan bagi individu dan organisasi yang tertarik pada pengukuran nilai sosial, lalu diformalkan pada 2015 melalui pertemuan pendirian bersama antara SII, Dompet Dhuafa, IPB, dan CECT Universitas Trisakti -saat entitas globalnya masih bernama SROI Network International, sebelum berganti nama menjadi Social Value International pada Mei 2015.
Formalisasi Perkumpulan & Afiliasi SVI
Pada akhir 2016, jaringan ini terdaftar formal sebagai perkumpulan. Pada Juli 2018, SROI Network Indonesia resmi menjadi Joint Member Network of Social Value International (SVI).
Bertransformasi Menjadi Social Value Indonesia (SVID)
Seiring pergeseran paradigma global -dari SROI sebagai pusat perhatian tunggal menjadi salah satu pendekatan dalam kerangka Social Value dan impact management yang lebih luas; SROI Network Indonesia bertransformasi menjadi Social Value Indonesia (SVID), menandai perluasan fokus dari SROI semata menuju bagaimana organisasi memahami, mengukur, mengelola, dan mengomunikasikan perubahan bagi stakeholder.
Ekspansi Ekosistem Lintas Sektor
SVID kemudian memperkuat perannya lewat pelatihan, workshop, Social Value Talks, webinar, serta professional pathway dan akreditasi praktisi, menjadikan Social Value kompetensi yang dipelajari makin banyak profesional. Mulai 2023, jumlah member dan associate SVID tumbuh pesat, menandai perluasan ekosistem dari segelintir pelopor tiga jalur perintis menjadi lintas sektor: NGO, perusahaan/CSR, konsultan, organisasi publik, dan komunitas profesional.
Lima Lapisan Perjalanan
Perjalanan ini merangkum lima lapisan interkonektif dalam membangun ekosistem dampak sosial:
Pengetahuan
SROI diperkenalkan secara paralel di ruang akademik, praktisi, dan filantropi.
Praktik
Organisasi mulai mengukur dampak secara metodologis dengan kerangka SROI.
Komunitas
Ketiga jalur bertemu dan bersinergi lewat SIRD dan pelatihan praktisi di Bandung.
Institusionalisasi
Terbentuk perkumpulan formal dan afiliasi resmi sebagai Joint Member Network (JMN) SVI.
Ekosistem
Pengembangan ekosistem nilai sosial yang terus meluas lintas sektor di Indonesia.
Visi Masa Depan SVID
Tantangannya ke depan bukan lagi sekadar memperkenalkan SROI, melainkan memastikan prinsip Social Value benar-benar dipakai untuk meningkatkan kualitas keputusan dan akuntabilitas kepada stakeholder.